Ayo kami bantu mengetahui seberapa besar minat baca siswa Anda melalui Layanan Asesmen Literasi yang terukur dan terencana.
Asesmen Minat Baca Alfateta adalah layanan asesmen literasi yang dirancang untuk membantu sekolah, lembaga pendidikan, komunitas, perusahaan, maupun individu mengetahui kondisi dan karakteristik kemampuan membaca peserta.
Asesmen tidak hanya melihat seberapa cepat seseorang membaca, tetapi juga melihat kegemaran membaca, pemahaman terhadap bacaan, serta budaya literasi. Mengapa tes dilakukan sebelum komitmen, wajib baca, pelatihan, monitoring, kompetisi, dan evaluasi? Agar kita dapat mengukur kenaikan minat baca, pemahaman, dan kegemaran membaca setelah mengikuti pelatihan tahap demi tahap.
Asesmen Minat Baca adalah proses pengukuran untuk memperoleh gambaran kondisi membaca seseorang atau kelompok. Dalam satu rangkaian, peserta dapat mengikuti beberapa pengukuran:
Mengukur jumlah kata yang dibaca per menit. Digunakan sebagai data awal (baseline) sebelum program peningkatan.
Menggali kebiasaan membaca:
Mengukur sejauh mana peserta memahami informasi dan menangkap poin penting dari bacaan yang telah dibaca.
Melihat keterlibatan dalam berbagai aktivitas literasi:
Minat baca bangsa kita terendah di dunia. Penyebabnya kecepatan membaca siswa kita sangat rendah. Sudah lamban membaca juga hanya 15% yang paham isinya.
Pengalaman kami melakukan asesmen di banyak sekolah, hampir seluruh siswa memiliki kecepatan yang sangat rendah. Bahkan di satu sekolah SMA yang kami ases, 87% kecepatan membacanya setara SD (<200 kpm). Jika kecepatan ini tidak diketahui, sudah dipastikan sulit kita mengukur minat baca siswa. Dan sekolah akan menjadi penyumbang terbesar kita menjadi negara paling malas baca di dunia.
Setelah asesmen baru kita akan mengetahui kelemahan dan kelebihan literasi siswa. Asesmen memberikan data awal sehingga sekolah atau lembaga tidak hanya menjalankan program literasi berdasarkan perkiraan.
Prinsip Kami:
Ukur dahulu → Pahami kondisinya → Tentukan program → Lakukan peningkatan → Evaluasi kembali.
SD, SMP, SMA/SMK sederajat dan satuan pendidikan lainnya. Sekolah dapat memperoleh gambaran kondisi kemampuan membaca dan budaya literasi peserta didik.
Lembaga kursus, pesantren, Bimbel, komunitas pendidikan, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan.
Lembaga bisnis seperti karyawan, Manajemen, dan Pimpinan Perusahaan.
Komunitas literasi, organisasi sosial, yayasan, orang tua, guru, mahasiswa, pelajar maupun masyarakat umum.
Asesor datang langsung ke lokasi pengundang (Sekolah, Ruang Kelas, Aula, Kantor, dsb).
Praktis, fleksibel, dari mana saja tanpa asesor datang ke lokasi.
Sekolah/lembaga/individu menghubungi tim Alfateta dan menentukan data lokasi, jumlah peserta, jenjang, metode (online/offline), dan jadwal.
Setelah siswa disiapkan beserta bahan tes, tim memberikan informasi teknis dan petunjuk pelaksanaan.
Peserta mengikuti rangkaian asesmen: Kecepatan Membaca → Kegemaran Membaca → Pemahaman Membaca → Budaya Literasi.
Data dikumpulkan, diolah, dan digunakan sebagai baseline pertimbangan dalam menyusun program Reading Mastery dan pengembangan budaya literasi.
Program gratis berlaku selama kuota 100 sekolah pertama masih tersedia.
Jangan hanya bertanya: "Apakah anak-anak sudah membaca?" Tetapi ukur lebih jauh. Mulai dengan asesmen sekarang!