KABAR GEMBIRA

Bagi Anda yang berusia 15 tahun sampai dengan 64 Tahun.

Apakah Anda merasakan manfaat BPJS kesehatan? Rasanya kini tak ada lagi orang yang tak punya BPJS Kesehatan. Seharusnya Anda juga punya BPJS Ketenagakerjaan BPU.  BPJS Kesehatan tak memberikan jaminan pada kecelakaan, ganti rugi cacat tubuh, santunan pemulihan, beasiswa dan santunan kematian karena kecelakaan atau tidak karena kecelakaan. Ingin tahu lebih jelas, silakan simak deskripsi ringkasnya.

Masyarakat kita memiliki wawasan yang kurang baik di bidang asuransi, bahkan ada yang cenderung antipati. Masyarakat kita selalu berpikir bagaimana nanti. Ketika terjadi sesuatu, semua sudah terlambat. Tapi seperti kata pribahasa, penyesalan selalu datang terlambat. Ya memang, kalau datang duluan pasti itu office boy.

Jika di Indonesia calon mertua tanya pada menantu apakah kamu sudah punya rumah atau kendaraan? Di Jepang pertanyaannya, berapa banyak asuransimu. Orang Jepang sangat memperhatikan kesejahteraan berkelanjutan. tidak heran, jika kepemilikan asuransi Jepang sampai 300%, Singapura 100%, Malaysia 80%. Kita masih di 15%an. BPJS walau dikritik tajam, tapi akhirnya dirasakan manfaatnya. Semua orang kini memiliki BPJS Kesehatan. Jika tidak, mereka rugi sendiri.

Seharusnya demikian juga dengan BPJS Ketenagakerjaan BPU. Setiap orang wajib memilikinya, agar jika terjadi musibah, korban bisa mendapatkan  jaminan pengobatan sampai sembuh, ganti rugi jika ada yang cacat, dan mendapatkan santunan selama tidak bisa bekerja.  Jika meninggal dunia ada uang yang dapat dipergunakan oleh keluarga untuk modal usaha.

Pemerintah melalui BPJS, belum lama ini telah meluncurkan program BPJS Ketenagakerjaan BPU (Bukan Penerima Upah). BPJS yang diperuntukkan bagi mereka pekerja tidak tetap atau tidak mendapatkan gaji ini dimaksudnya untuk melindungi kesejahteraan mereka bilamana terjadi musibah. TIuran preminya (JKK + JKM  Rp 16.800)  Manfaatnya, BPJS menanggung seluruh biaya rumah sakit, ganti rugi dan pemulihan (selama 1 tahun peserta tidak bisa bekerja).  Bahkan kendaraan yang dibutuhkan untuk membawa pasien ke RS walau dengan pesawat terbang ditanggung BPJS.

Apabila terjadi kematian karena apa pun, BPJS memberikan santunan kematian bukan karena kecelakaan mendapatkan UP Rp 42 juta (Rp 48 juta jika karena kecelakaan). Biaya termasuk biaya kubur Rp 10 juta, dan santunan berkala. Selain itu diberikan Bea siswa untuk 2 anak (jika sudah 3 tahun, atau bisa langsung dapat jika ikut JHT (Jaminan Hari Tua) dengan menambah Rp 20.000.

Siapa yang bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? Semua pekerja informal seperti ojol, pengemudi mikrolet, marketing online, dokter praktek, wartawan freelance, pengamen, kuli angkut, trainer/motivator, nelayan, pedagang pasar, dll yang tidak punya gaji? Sementara mereka rawan mengalami kecelakaan kerja. Apa yang terjadi ketika mereka tidak punya BPJS Ketenagakerjaan.

Banyak masyarakat yang berpikir BPJS itu ya BPJS Kesehatan? Semua penyakit termasuk kecelakaan kerja ditanggung BPJS Kesehatan. jadi mereka abai dengan BPJS Ketenagakerjaan ini.  Dengan dasar itulah pemerintah akhirnya mengeluarkan BPJS Ketenagakerjaan BPU (Bukan Penerima Upah) untuk mereka yang telah saya sebutkan sebagian kecil profesinya di atas.

Bisakah premi atau iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU di tambah? Bisa. Tapi jika terjadi meninggal dunia bukan karena kecelakaan UP tetap Rp  Rp 42 juta. Namun jika iuran BPJS (JKK + JKM) ditambah, maka berpengaruh pada UP meninggal karena kecelakaan.  Jadi jika A menaikkan laporan upah dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta, maka iuran (preminya) Rp 16.800 x 2 (Rp 33.600 mialnya), maka UP si A jika meninggal karena kecelakaan, bisa mencapai Rp 84 jutaS.

Salam,

 

Bambang Prakuso, BA, SSR, MPA

VIDEO PRESENTASI TENTANG BPJS KETENAGAKERJAAN BPU OLEH CEO ALFATETA

PENGETAHUAN DASAR TENTANG BPJS

Banyak orang yang ditawari BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, mereka sudah sudah punya BPJS. Namun ketika ditanya BPJS apa, mereka tahunya BPJS Kesehatan. Perlu anda ketahui bahwa BPJS Kesehatan berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri dibagi 2: 

  1. BPJS Ketenagakerjaan PU (penerima upah) dan
  2. BPJS Ketenagakerjaan BPU (bukan penerima upah).

Di dalam BPJS Ketenagakerjaan PU maupun BPU, ada tiga jenis asuransi:
1. JKK (Jaminan kecelakaan kerja)
2 JKM (Jaminan Kematian)
3. JHT (Jaminan Hari Tua).

Yang wajib dimiliki oleh peserta BPJS  Ketenagakerjaan BPU adalah: JKK dan JKM, sehingga apabila terjadi kecelakaan kerja dan kematian akan diberikan santunan oleh BPJS. Tidak demikian halnya dengan BPJS kesehatan.
BPJS kesehatan menanggung biaya kesehatan masyarakat yang bukan kecelakaan, seperti sakit karena diabetes, jantung dan lain-lain. Namun tidak meemberikan santunan kematian. Kecuali hanya kesehatan saja sampai pasien sembuh.

Apakah BPJS Kesehatan menanggung kecelakaan lalu lintas?

Kecelakaan lalu lintas di tanggung oleh BPJS kesehatan dengan syarat kecelakaan tunggal. Misalnya Anda jatuh dari motor, bukan menabrak atau ditabrak. BPJS kesehatan tidak mencover kecelakaan tunggal apabila Anda kecelakaan lalu lintas karena kelalaian seperti mabuk atau ngebut.
Jika kecelakaan bukan tunggal asuransi di cover oleh Jasa Raharja atau BPJS Ketenagakerjaan jika Peserta BPJS BPU Ketenagakerjaan BPU sedang melakukan pekerjaan BPJS Ketenagakerjaan pu tidak mengcover kecelakaan yang terjadi di luar jam kerja namun BPJS Ketenagakerjaan BPU mengcover selama 24 jam sepanjang peserta sedang melaksanakan pekerjaannya misalnya klaimnya sedang menawarkan pelatihan Alfateta. Itulah sebabnya Mengapa anda dianjurkan bergabung sebagai Mitra atau member Alfateta.

Apakah BPS Kesehatan menanggung kecelakaan kerja? Misalnya seorang tukang listrik kesetrum yang mengakibatkan cacat atau meninggal?

Yang dimaksud dengan kecelakaan kerja adalah kecelakaan saat bekerja baik pergi dan pulang, tanpa terpatok waktu. Misal kejadian pukul 12 malam, tetap dicover. Termasuk ketika Anda mengalami kecelakaan lalu lintas, baik tunggal maupun bukan tunggal. Anda jatuh dari sepeda motor karena sebab apa pun ditanggung BPJS. Namun tidak ditanggung Jasa Raharja jika Anda mengalami kecelakaan tunggal, apalagi Anda dalam keadaan mabuk atau ngebut. Karena itu peng-covernya BPJS Ketenagakerjaan BPU.

SLIDE SOSIALISASI BPJS KETENAGAKERJAAN

Silakan pahami gambarnya, atau jika kurang jelas pahami keterangan tertulis di bawahnya. Kemudian Anda bisa memutuskan, ikut BPJS KETENAGAKERJAAN BPU (Perawatan di rumah sakit atau meninggal dunia) atau termasuk JHT (Jaminan Hari Tua).

Contoh Kartu BJS

TABEL UPAH PENENTU IURAN

JKK (JAMINAN KESEHATAN)

1. Pelayanan Kesehatan sesuai kebutuhan medis yang meliputi :
    1. Pemeriksaan dasar dan penunjang;
    2. Perawatan tingkat pertama dan lanjutan;
    3. Rawat inap kelas I rumah sakit pemerintah, rumah sakit pemerintah daerah, atau rumah sakit swasta yang setara;
    4. Perawatan intensif;
    5. Penunjang diagnostik;
    6. Penanganan, termasuk komorbiditas dan komplikasi yang berhubungan dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja;
    7. Pelayanan khusus;
    8. Alat kesehatan dan implant;
    9. Jasa dokter / medis;
    10. Operasi;
    11. Pelayanan darah;
    12. Rehabilitasi medik;
    13. Perawatan di rumah (homecare) diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena keterbatasan fisik dan/atau kondisi geografis;
      2. Diberikan berdasarkan rekomendasi dokter;
      3. Dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan;
      4. Diberikan maksimal 1 (satu) tahun dengan batasan biaya paling banyak sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
    14. Pemeriksaan diagnostik dalam penyelesaian kasus penyakit akibat kerja.

2. Santunan berupa uang meliputi :

    1. Penggantian biaya transportasi dengan rincian :
      1. Transportasi darat, sungai atau danau maksimal sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah);
      2. Transportasi laut maksimal sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah);
      3. Transportasi udara maksimal sebesar Rp. 10.000.000,00; dan
      4. Jika menggunakan lebih dari 1 (satu) angkutan maka berhak atas biaya paling banyak dari masing-masing angkutan yang digunakan.
    2. Santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) dengan rincian sebagai berikut :
      1. 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% (seratus persen) dari upah;
      2. 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 100% (seratus persen) dari upah;
      3. 6 (enam) bulan ketiga dan seterusnya diberikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari upah.
    3. Santunan Cacat, meliputi :
      1. Cacat sebagian anatomis sebesar % sesuai tabel cacat x 80 x upah sebulan;
      2. Cacat sebagian fungsi sebesar % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel cacat x 80 x upah sebulan;
      3. Cacat total tetap sebesar 70% x 80 x upah sebulan.
    4. Santunan kematian sebesar 60% x 80 x upah sebulan, paling sedikit sebesar santunan kematian JKM.
    5. Biaya pemakaman sebesar Rp. 10.000.000,00.
    6. Santunan berkala diberikan jika peserta mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja dan dibayarkan sekaligus sebesar Rp. 12.000.000 (dua belas juta rupiah).
    7. Rehabilitasi berupa alat bantu (orthose) dan/atau alat ganti (prothese) bagi peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan patokan harga yang ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen) dari harga tersebut serta biaya rehabilitas medik.
    8. Penggantian biaya gigi tiruan maksimal Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah).
    9. Penggantian alat bantu dengar maksimal Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).
    10. Penggantian biaya kacamata maksimal Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
    11. Beasiswa untuk paling banyak 2 (dua) orang anak peserta dan diberikan jika peserta mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja dengan ketentuan sebagai berikut :
      1. Diberikan berkala setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak dengan rincian sebagai berikut :
        1. Pendidikan TK sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 2 (dua) tahun;
        2. Pendidikan SD/sederajat sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 6 (enam) tahun;
        3. Pendidikan SMP/sederajat sebesar Rp. 2.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
        4. Pendidikan SMA/sederajat sebesar Rp. 3.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
        5. Pendidikan tinggi maksimal Strata 1 (S1) atau pelatihan sebesar Rp. 12.000.000,00/orang/tahun, maksimal 5 (lima) tahun.
      2. Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun.
      3. Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar pada saat peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.
      4. Beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun atau menikah atau bekerja.

JKK (JAMINAN KEMATIAN)

Manfaat JKM diberikan apabila peserta meninggal dunia dalam masa kepesertaan aktif, terdiri dari :

  1. Santunan kematian sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
  2. Santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah);
  3. Biaya pemakaman sebesar Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah); dan
  4. Beasiswa untuk paling banyak 2 (dua) orang anak peserta dan diberikan jika peserta telah memiliki masa iur minimal 3 (tiga) tahun dan meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Diberikan berkala setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak dengan rincian sebagai berikut :
      1. Pendidikan TK sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 2 (dua) tahun;
      2. Pendidikan SD/sederajat sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 6 (enam) tahun;
      3. Pendidikan SMP/sederajat sebesar Rp. 2.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
      4. Pendidikan SMA/sederajat sebesar Rp. 3.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
      5. Pendidikan tinggi maksimal Strata 1 (S1) atau pelatihan sebesar Rp. 12.000.000,00/orang/tahun, maksimal 5 (lima) tahun.
    2. Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun.
    3. Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar pada saat peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.
    4. Beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun atau menikah atau bekerja.
Catatan:
Jaminan Kesehatan (JKK) dan Jaminan Kematian adalah wajib. Minimal Rp 16.800 tiap bulan (terdiri dari JKK Rp 10.000 + JKM 6.800).

JHT (Jaminan Hari Tua) tidak wajib. Ini adalah menabung dengan kelebihan tidak ada biaya admin, tidak kena pajak, dan ada deviden jika Anda memilih ikut. Kelebihan lainnya, jika Anda punya JHT, jika terjadi kematian pada pemegang polis ahli waris akan mendapatkan beasiswa untuk 2 anak yang masih sekolah atau kuliah. Besarnya dapat dilihat di slide.

JHT (JAMINAN HARI TUA)

Program perlindungan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat

Manfaat berupa uang tunai yang besarnya adalah akumulasi seluruh iuran yang telah dibayarkan ditambah dengan hasil pengembangannya.

Uang tunai yang dibayarkan :

  1. Sekaligus apabila peserta :
    1. mencapai usia 56 tahun;
    2. berhenti bekerja karena mengundurkan diri dan sedang tidak aktif bekerja dimanapun;
    3. terkena pemutusan hubungan kerja, dan sedang tidak aktif bekerja dimanapun;
    4. meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya;
    5. cacat total tetap; atau
    6. meninggal dunia.
  2. Sebagian maksimal 10% dalam rangka persiapan memasuki masa pensiun atau maksimal 30% untuk kepemilikan rumah apabila peserta memiliki masa kepesertaan paling sedikit 10 tahun, dan hanya dapat diambil maksimal 1 kali.

SIAPA YANG BISA BERGABUNG?

Semua orang bisa bergabung di BPJS Ketenagakerjaan BPU (Bukan Penerima Upah) ini. Jika pun Anda pekerja tetap yang mendapatkan upah, Anda tetap masih bisa bergabung, namun bukan di pekerjaan yang Anda menerima upah, tapi di pekerjaan sampingan

Pilihan Pekerjaan dan Kode Pekerjaan BPU

BAGAIMANA CARA BERGABUNG?
Silakan Anda bergabung di MITRA ALFATETA  dengan melalui link referal sponsor atau orang yang memberitahukan informasi ini kepada Anda.

SYARAT DAN KETENTUAN

  1. Kondisi calon peserta BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan pendaftaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam kondisi aktif bekerja (cth: tidak sedang dalam keadaan kritis/koma/dirawat di ICU/sakit berkepanjangan dan tidak bekerja);
  2. Batas Usia calon peserta saat melakukaan pendaftaran :
    1. Usia Minimal calon peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah 15 tahun.
    2. Usia Maksimal calon peserta Bukan Penerima Upah mendaftar adalah belum mencapai usia 65 tahun.
    3. Bagi peserta penerima upah yang saat mendaftar pertama memiliki usia melebihi ketetapan usia pensiun (berdasarkan peraturan perundang-undangan), maka hanya dapat mengikuti program jkk,jkm dan jht namun tidak dapat mendaftarkan sebagai peserta program jaminan pensiun;
  3. Calon peserta memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP Elektronik serta memberikan data profil kepesertaan yang lengkap, benar dan dapat dipertanggungjawabkan;
  4. Peserta menyetujui bahwa tanggal aktif perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan adalah setelah calon peserta melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran pertama;
  5. Peserta menyetujui bahwa akan melakukan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan secara rutin setiap bulan agar mendapatkan manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara maksimal dari BPJS Ketenagakerjaan;
  6. Calon peserta/peserta menyetujui apabila yang bersangkutan terbukti tidak memenuhi syarat dan ketentuan ini, BPJS Ketenagakerjaan berhak tidak memberikan manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan;

BPJS Ketenagakerjaan sewaktu-waktu dapat mengubah syarat dan ketentuan penggunaan layanan pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Perisai.

Catatan :

  1. Peserta tidak melakukan pemecahan pendaftaran Pemberi Kerja/Badan Usaha untuk menghindari nilai iuran lebih dari Rp. 7.000.000,-;
  2. Pendaftaran calon peserta ini telah memenuhi syarat dan ketentuan ini dan sesuai dengan klasifikasi segmen kepesertaan berdasarkan pekerjaan yang dilakukannya (Penerima Upah atau Bukan Penerima Upah);
  3. Peserta menerima dan menyetujui keputusan/ketetapan dari BPJS Ketenagakerjaan apabila suatu saat ditemukan dan dinyatakan pernyataan saya ini tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan penggunaan layanan pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Perisai.

KODE DOMISILI PESERTA BPPJS KK BPU

CARA KLAIM

BPJS memiliki cabang di setiap kabupaten. Jadi mengurus klaim tidak harus ke Jakarta atau ke ibukota propinsi. Online juga bisa. Jika ingin tahu cara mengklaim JKK, JKM dan JHT silakan klik tombol ini. Anda akan terhubung ke website BPJS.

Bagaimana cara agar kita gratis iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU (JKK+JKM+JHT) dan bahkan BPJS Kesehatan selmanya, bahkan masih ada kelebihannya buat modal usaha? silakan Anda hubungi orng yang memberikan informasi ini agar Anda bisa akses ke kemitraan Alfateta melalui link referalnya.

CARA GRATIS BAYAR BPJS SELAMANYA

Scroll to Top