Jadilah Salah Satu Sekolah yang Pertama Menerapkan Reading Mastery
Sekolah Literasi Pertama (SLP) adalah sekolah yang untuk pertama kalinya menerapkan Reading Mastery secara terstruktur, terukur, dan reguler, baik melalui pembelajaran offline maupun online.
Program ini dirancang untuk membantu sekolah melakukan transformasi literasi secara menyeluruh melalui peningkatan 7 pilar utama:
Reading Mastery bukan sekadar mengajarkan peserta didik membaca lebih cepat. Tujuannya adalah agar peserta mampu membaca cepat, benar, efektif, dan efisien, sekaligus memahami, mengingat, dan mampu menyampaikan kembali informasi yang dibacanya.
Banyak sekolah telah memiliki kegiatan literasi. Namun, apakah sekolah mengetahui secara terukur seberapa cepat siswanya membaca? Berapa banyak buku yang dibaca siswa dalam satu tahun?
"Tanpa pengukuran, sekolah akan sulit mengetahui kondisi awal dan menentukan strategi peningkatan yang tepat."
TIDAK ADA PENINGKATAN TANPA PENGUKURAN.
Asesmen menjadi dasar untuk menentukan strategi dan target pengembangan literasi sekolah.
Sekolah Literasi Pertama menggunakan target 1000% sebagai target transformasi yang tinggi dan terukur, bukan sekadar target kecil seperti 10% atau 100%.
*Target setiap sekolah ditentukan berdasarkan hasil asesmen awal, kondisi peserta, jenjang pendidikan, serta perkembangan yang dicapai.
Untuk mencapai target peningkatan hingga 1000%, sekolah akan menjalankan 10 langkah utama berikut:
Mengukur kondisi awal (kecepatan, pemahaman, minat, kegemaran, budaya literasi) sebagai baseline.
Memahami gambaran kondisi literasi, hasil asesmen, konsep Reading Mastery, dan target program.
Sekolah mengisi Formulir Kesediaan untuk menjalankan 10 langkah program secara konsisten.
Membekali siswa & guru dengan Reading Mastery sesuai jenjang:
Membentuk kebiasaan membaca konsisten: Mudah → Cepat → Paham → Senang → Sering → Kebiasaan.
Menggunakan kemampuan membaca untuk buku pelajaran/nonpelajaran, rangkuman, dan presentasi.
Memantau perkembangan kecepatan, pemahaman, dan jumlah buku agar program tetap berjalan konsisten.
Membangun motivasi dan apresiasi melalui kegiatan atau ajang kompetisi literasi sekolah.
Mengukur perubahan perubahan nyata: Baseline → Proses → Hasil Evaluasi Peningkatan.
Pengakuan resmi sebagai Sekolah Literasi Pertama serta sertifikat kompetensi bagi peserta/trainer.
Sekolah Literasi Pertama dirancang agar literasi dapat diterapkan tanpa harus mengubah struktur sekolah secara besar-besaran.
Peserta utama yang mengembangkan kemampuan & kebiasaan membaca.
Pendamping dan penggerak utama budaya membaca di sekolah.
Institusi penyedia lingkungan dan sistem pendukung literasi.
Pengembang program Reading Mastery & pendampingan program.
Pernyataan Kesediaan Keikutsertaan Program Reading Mastery & 10 Langkah SLP
Jangan hanya mengatakan "Kami ingin siswa rajin membaca." Mulailah dengan pertanyaan:
"Sudahkah kita mengukur kemampuan membaca siswa kita?"
GERAKAN 1000 SEKOLAH LITERASI PERTAMA
Dari satu sekolah, menjadi gerakan literasi di seluruh Indonesia.